Wednesday, November 4, 2009

Adikku, pahlawanku...

0 comments


Aku dilahirkan di sebuah dusun di pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dengan punggung mereka yang selalu menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya.
Selengkapnya...

Sunday, November 1, 2009

Pensil..

0 comments



Seorang cucu bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? Atau tentang aku?"
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti." ujar si nenek lagi.
Selengkapnya...

30 menit saja yah..

0 comments


Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Namun, tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji ayah?”

Selengkapnya...

Friday, October 30, 2009

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir...

0 comments


Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. 'Hingga tetes terakhir', pikirnya.
Selengkapnya...

Thursday, October 15, 2009

Part 3: day 2.. (finish)

0 comments


Part 3: day 2


Hmm, pagi ini, hehehe, tepatnya siang ini, saya bangun agak telat. Maklum semalam pulang dari JRL, sampai rumah sekitar jam 2 an lebih. Dan baru bisa tidur jam 3 an. Tapi karena hari ini saya berencana mau memasak, maka mau tak mau saya harus pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahannya.

Hari ini saya dan Popoy merencanakan untuk pergi ke JRL agak siangan. Supaya dapat menonton dengan puas. Karena jika dilihat di jadwal, hari ini banyak band-band yang kami kenal. Popoy pun ngotot ingin melihat penampilan Time Bomb Blues. Katanya musik-musik nya agak-agak jazzy gitu. Dan dia merekomendasikan band tersebut kepada saya. Memaksa saya mendengarkan tepatnya. Hehehe

Sekitar pukul 3 sore, saya sudah selesai memasak, dan hati saya sudah bersiap-siap untuk pergi ke JRL. Tapi kok rasanya mata ini mengantuk sekali. Maka saya berencana untuk tidur sebentar supaya lebih fit nantinya. Bukannya tidur, saya malah menonton Indosiar, dimana ada Choky Sitohang, presenter favorit saya. Alhasil, bukannya tidur, saya malah asyik melototin TV sampai jam 5 sore, dan baru siap berangkat 6 jam sore. Itupun karena Popoy sudah meminta saya untuk bergegas. Duh, segitu gak tahannya pengen lihat Mr. Big, dalam hati saya.
Selengkapnya...

Sebelumnya Sesudah Home
 

My Blog List

Labels

Welcome

:: Isi Otak :: Copyright 2008 Shoppaholic Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez